Showing posts with label Pengertian. Show all posts
Showing posts with label Pengertian. Show all posts

Tuesday, October 7, 2014

Pengertian, Manfaat Asmaul Husna

A. Pengertian Asma`ul Husna

Menurut bahasa, Asma`ul husna artinya nama-nama yang baik. Sedangkan menurut istilah berarti nama-nama Allah yang baik dan yang agung sesuai dengan sifat-sifat Allah sebagai bukti keagungan dan kemuliaan-Nya, jumlahnya ada 99 (sembilan puluh sembilan) nama.Allah berfirman dalam QS. Al-A`raf : 180


 al-araf-180.jpg
Artinya : "Allah mempunyai Asma`ul husna maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma`ul husna itu." (QS. Al-A`raf:180) Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Asma`ul husna jumlahnya 99, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis berikut :

 imam-bukhari.jpg
Artinya : "Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu, barang siapa menghafalnya (menyebut di luar kepala) niscaya ia akan dimasukkan ke dalan surga." (HR. Imam Bukhari)

B. Manfaat Asma`ul Husna

1. Al-Kariimu=Yang Maha Mulia
Lafal Asma`ul husna ini mempunyai khasiat yang baik sekali. Kalau Anda menginginkan kemuliaan, baik kemuliaan dunia dan akhirat, amalkan saja berdzikir kepada Allah dengan membaca "Yaa Kariimu" sebanyak 280 kali sewaktu Anda akan tidur.
2. Al-Mu`minu=Yang Memberi Keamanan
Khasiatnya, jika kita menginginkan agar diri kita, keluarga kita dan harta benda kita dapat menjadi aman dari gangguan dan sebagainya, maka bacalah lafal "Yaa Mu`minu" setiap hari sebanyak 136 kali.
3. Al-Wakiilu=Yang Maha Mengurusi
Lafal asma Allah ini mempunyai khasiat sebagai berikut:a. Jika kita mau mengamalkan membaca lafal "Yaa Wakiilu" sebanyak 1000 kali, maka insya Allah Allah berkenan membukakan pintu rezeki dan kebaikan.b. Jika kebetulan turun hujan lebat yang disertai dengan angin ribut yang membahayakan dan menakutkan, maka coba saja kita baca "Yaa Wakiilu" semaksimal mungkin. Insya Allah hujan dan angin ribut itu akan menjadi reda kembali, dengan izin Allah Ta`ala.
4. Al-Matiinu=Yang Maha Kokoh
Asma Allah yang terbaik ini mempunyai khasiat istimewa dan sangat besar. Diantara khasiat-khasiatnya adalah:
a. Kalau kita baca setiap selesai sholat lima waktu "Ya Matiinu" sebanyak 500 kali atau sekaligus 7000 kali insya Allah kita akan memperoleh khasiatnya yang sangat hebat.
b. Jika kita menginginkan agar kita menjadi seorang yang berjiwa kokoh dan kuat, berpikiran yang cerdas, berjiwa yang tenang dan lapang dada serta tidak mudah dapat dipengaruhi oleh orang lain, maka amalkanlah membaca "Ya Matiinu" ini.
c. Apabila kamu sebagai seorang siswa atau mahasiswa yang menginginkan agar berhasil dan sukses segala-galanya, maka bacalah secara rutin lafal "Ya Matiinu" ini sebanyak 500 kali setiap selesai dari shalat fardu lima waktu.
d. Jika kamu sebagai seorang pemimpin, baik sebagai pemimpin masyarakat, pemimpin agama, atau sebagai kepala kantor ataupun jabatan lain, ingin agar diri Anda sebagai pemimpin itu mempunyai wibawa dan jiwa yang kokoh, berfisik dan bermental yang kuat, maka jangan segan-segan berdzikir dengan asma Allah "Ya Matiinu" setiap selesai dari shalat lima waktu. Dengan demikian berkat pertolongan Allah dari zikir Anda itu, maka Anda akan mempunyai jiwa yang kokoh dan kuat.
e. Ketahuilah, bahwa tidak sedikit adanya bukti-bukti dan kenyataan yang menimpa pada diri seseorang, dimana ia mengalami kegagalan total akibat tidak pernah berdzikir kepada Allah. Ia telah membanggakan ilmu pengetahuan dan kecerdasan rasio yang dimilikinya. Oleh karena itu, untuk menghindari yang demikian itu, marilah kita membiasakan berdzikir dengan membaca "Ya Matiinu" ini, maka Allah berkenan memberikan karunia kepada kita menjadi orang yang berjiwa lapang dan mempunyai pikiran yang terang.
5. Al-Jaami`u=Yang Mengumpulkan
Asma Allah ini mempunyai khasiat, yaitu apabila anak Anda atau bujang Anda pergi tanpa pamit, maka bacalah "Ya Jaami'u" semaksimal mungkin. Insya Allah ia akan pulang kembali berkat pertolongan Allah.
6. Al-`Adlu=Yang Maha AdilKhasiatnya, jika kita senantiasa membaca "Ya `Adlu" sebanyak 104 kali setiap selesai dari shalat fardu lima waktu, niscaya kita akan memiliki sifat kepribadian yang adil terhadap siapa saja, yakni tidak mau berlaku curang ataupun berat sebelah.
7. Al-Aakhiru=Yang AkhirKhasiatnya, siapa dapat membiasakan membaca "Ya Aakhiru" setiap selesai shalat lima waktu sebanyak 200 kali lamanya satu bulan, maka Allah berkenan membukakan baginya pintu rezeki yang halal.

C. Perilaku yang Lahir atau Muncul dari Penghayatan terhadap Asma`ul Husna

1. Al-Kariimu=Yang Maha Mulia
Dengan meyakini bahwa Allah SWT itu Maha Mulia, maka kita akan senantiasa bersifat mulia dan berbuat baik kepada siapa saja. Tidak pernah berbuat jahat kepada orang lain. Menghiasi diri kita dengan iman dan takwa sehingga menjadi pribadi yang mulia.
2. Al-Mu`minu=Yang Memberi Keamanan
Pencerminan perilakunya yaitu kita sebagai manusia biasa tidak boleh mengganggu orang lain seperti usil kepada teman. Jadikanlah setiap orang merasa aman berteman dengan kita. 3. Al-Wakiilu=Yang Maha Mengurusi
Dengan keyakinan kita terhadap Yang Maha Mengurusi, maka kita harus berusaha keras dalam mengerjakan sesuatu. Setelah itu kita tawakal (menyerahkan hasilnya kepada Allah). Niscaya Allah akan memberikan hasil yang baik.
4. Al-Matiinu=Yang Maha Kokoh
Meneladani sifat Al Matiinu berarti kita dituntut untuk menjadi orang yang kuat dalam berbagai bidang. Kemudian menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan. Misalnya membantu Ibu menimba air atau membantu teman yang mengalami kesulitan.
5. Al-Jaami`u=Yang Mengumpulkan
Meneladani sifat ini berarti kita harus mampu mengumpulkan atau menghimpun sifat-sifat terpuji dalam diri kita. Kita harus mampu bekerja sama dalam kebaikan.
6. Al-`Adlu=Yang Maha Adil
Pencerminan perilakunya yaitu kita harus berlaku adil kepada setiap orang. Kita dituntut menegakkan keadilan meski kepada keluarga atau teman sendiri.
7. Al-Aakhiru=Yang Akhir
Meneladani sifat ini berarti kita menyadari bahwa tujuan akhir kita adalah kembali kepada Allah SWT . Karenanya kita harus menyiapkan bekal menempuh hari akhir dengan berbuat amal saleh.

Monday, September 8, 2014

Pengertian, Persamaan Dan Perbedaan Hadas dan Najis




 Pengertian Hadas dan Najis

         Hadas adalah keadaan pada diri seseorang yang dianggap bernajis, seperti haid, nifas dan lainnya, sehingga menyebabkan seseorang tidak dibenarkan untuk melakukan shalat. Atau dengan ungkapan lain, Hadas adalah keadaan yang menyebabkan seorang menjadi tidak suci.
Sedangkan Najis adalah Kotoran (hubus) yang tampak.

         SAAT ini, boleh jadi banyak ummat Islam yang tidak mengerti dan tidak tahu ajaran agamanya sendiri. Lalu bayangkan bagaimana jadinya generasi Islam beberapa tahun mendatang, bila anak-anak muda dan remaja saat ini kelak menjadi orang tua?
Jangankan perihal yang rumit-rumit semisal ushul fiqih, kajian hadist dan sebagainya, perkara najis pun mungkin banyak yang tidak mengerti. Padahal besar sekali kaitannya dengan ibadah utama kita, sholat.
 Mengeni pengertian najis dan macam-macamnya, berikut adalah rinciannya:
Najis (Najasah) menurut bahasa artinya adalah kotoran. Dan menurut Syara’ artinya adalah sesuatu yang bisa mempengaruhi Sahnya Sholat. Seperti air kencing dan najis-najis lain sebagainya.
Najis itu dapat dibagi menjadi Tiga Bagian :
1. Najis Mughollazoh

Yaitu Najis yang berat. Yakni Najis yang timbul dari Najis Anjing, babi dan lain lain
Babi adalah binatang najis berdasarkan al-Qur`an dan Ijma’ para sahabat Nabi (Ijma’ush Shahabat) (Prof Ali Raghib, Ahkamush Shalat, hal. 33). Dalil najisnya babi adalah firman Allah SWT [artinya] : “Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor (rijsun,” (QS Al-An’aam [6] : 145) .
Adapun tentang najisnya Anjing, dapat dilihat dari salah satu hadist, Rasulullah SAW Bersabda : Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu dari pada kamu sekalian, maka hendaknya kamu menuangkan bejana itu (Mengosongkan isinya) kemudian membasuhnya 7X ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim Al Fiqhu Alal Madzhahibilj Juz I Hal.16) .
Jika binatang itu termasuk jenis yang najis (babi dan juga anjing), maka semua bagian tubuhnya adalah najis, tidak peduli apakah dalam keadaan hidup atau mati. (Abdurrahman Al-Baghdadi, Babi Halal Babi Haram, hal. 47). Imam al-Kasani dalam kitabnya Bada’i'ush Shana’i` fii Tartib asy-Syara’i’ (I/74) mengatakan bahwa babi adalah najis pada zatnya dan babi tidak dapat menjadi suci jika disamak.
Cara mensucikannya ialah harus terlebih dahulu dihilangkan wujud benda Najis tersebut. Kemudian baru dicuci bersih dengan air sampai 7 kali dan permulaan atau penghabisannya diantara pencucian itu wajib dicuci dengan air yang bercampur dengan Tanah (disamak). Cara ini berdasarkan Sabda Rasul :
“Sucinya tempat (perkakas) mu apabila telah dijilat oleh Anjing, adalah dengan mencucikan tujuh kali. Permulaan atau penghabisan diantara pencucian itu (harus) dicuci dengan air yang bercampur dengan Tanah”. (H.R. At-Tumudzy)
2. Najis Mukhofafah.

Ialah najis yang ringan, seperti air kencing Anak Laki-laki yang usianya kurang dari dua tahun dan belum makan apa-apa, selain air Susu Ibunya.
Cara membersihkannya, cukup dengan memercikkan air bersih pada benda yang terkena Najis tersebut sampai bersih betul. Kita perhatikan Hadits dibawah ini :
“Barangsiapa yang terkena Air kencing Anak Wanita, harus dicuci. Dan jika terkena Air kencing Anak Laki-laki. Cukuplah dengan memercikkan Air pada nya”. (H.R. Abu Daud dan An-Nasa’iy)
Tapi tidak untuk kencing anak perempuan, karena status kenajisannya sama dengan Najis Mutawassithah
3. Najis Mutawassithah ( مُـــتــــوَ سِّــطَــــةْ )

Ialah Najis yang sedang, yaitu kotoran Manusia atau Hewan, seperti Air kencing, Nanah, Darah, Bangkai, minuman keras ; arak, anggur, tuak dan sebagainya (selain dari bangkai Ikan, Belalang, dan Mayat Manusia). Dan selain dari Najis yang lain selain yang tersebut dalam Najis ringan dan berat.
Najis Mutawassithah itu terbagi Dua :
1. Najis ‘Ainiah, yaitu Najis yang bendanya berwujud.
Cara mensucikannya. Pertama menghilangkan zat nya terlebih dahulu. Sehingga hilang rasanya. Hilang baunya. Dan Hilang warnanya. Kemudian baru menyiramnya dengan Air sampai bersih betul.
2. Najis Hukmiah, yaitu Najis yang bendanya tidak berwujud : seperti bekas kencing. Bekas Arak yang sudah kering.
Cara mensucikannya ialah. Cukup dengan mengalir kan Air pada bekas Najis tersebut.
Najis Yang dapat di Ma’afkan. Antara lain :
1. Bangkai Hewan yang darahnya tidak mengalir. Seperti nyamuk, kutu busuk. Dan sebangsanya.
2. Najis yang sedikit sekali.
3. Nanah. Darah dari Kudis atau Bisul kita sendiri.
4. Debu yang terbang membawa serta Najis dan lain-lain yang sukar dihindarkan.

 Persamaan Dan Perbedaan Hadas dan Najis

       Persamaan Hadas dan Najis adalah Kedua hal tersebut dapat menyebabkan shalat, thawaf dan beberapa ibadah lainnya menjadi Tidak Sah.
            Sedangkan perbedaan dari keduanya adalah :
  1. Mensucikan Najis yakni dengan cara membuang dan membersihkan benda najis itu dari tempatnya. sedangkan mensucikan Hadas selain dengan menghilangkan benda Najisnya (bila ada), tetapi juga harus dengan wudlu atau mandi janabah.
  2. Mensucikan najis tidak perlu niat, sedangkan mensucikan Hadas harus dengamn niat
  3. membersihkan hadas termasuk masalah ta'abuddi, sedangkan membersihkan najis bisa dilakukan sesuai kondisi
  4. Najis yang jumlahnya sedikit dapat dimaafkan, sedangkan hadas tidak ada pemaafan.

Share on Facebook Share on Twitter